Rabu, 26 Mei 2021

3.1.a.8.1. Blog Rangkuman Koneksi Antar materi (Diklat CGP)

 

1.        Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Ada 3 Prinsip Dasar Kepemimpinan menurut Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka yaitu : 1] Ing ngarsa sung tulada, Artinya, di depan memberi teladan. Pemimpin harus menjadi contoh atau teladan bagi anak buahnya atau bawahannya. Dalam hal ini guru sebagai pemimpin dalam pembelajran berarti harus memberikan contoh atau teladan bagi peserta didik. Tingkah laku dan tindakan akan dilihat dan ditiru oleh siswanya, maka disinilah peranan guru harus memberikan keteladanan yanng baik. , 2) Ing madya mangun karsa, artinya di tengah membangun kehendak atau niat. Pemimpin harus berjuang bersama anak buah. Berarti dalam hal ini guru harus bersama-sama berjuang untuk melaksanakan pembelajaran dengan membakar semangat dan motivasi agar siswa jangan putus asa dan terus berjuang demi cita-citanya yang akan diraihnya dan 3)Tut wuri handayani, artinya, dari belakang memberikan dorongan. Hal ini tentu saja saat guru sebagai pemimpin dalam pembelajaran maka ada saatnya siswa  dengan keunikannya sendiri dengan potensi yang dimilikinya maka guru diharapkan bisa mendorong siswa-siswanya untuk selalu mengembangkan potensinya dan melakukan segala kegiatannya yang baik sehingga posisi guru mendorong, dan memberikan fasilitas jika dibutuhkan. ada saatnya pemimpin membiarkan anak buah melakukan sendiri dalam hal ini guru membiarkan siswanya untuk berkembang sendiri dan guru mendorongnya. Ketiga prinsip tersebut, ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, perlu dilakukan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran sesuai dengan tingkat kepentingan dan kebutuhan. Ada saatnya memberikan contoh didepan, ada saatnya bersama-sama berjuang dan memberikan motivasi , dan ada saatnya hanya mendorong untuk kemajuan anak didiknya. Ketiganya diperlukan wawasan dan pengambilan keputusan yang tepat oleh seorang guru kapan dirinya sebagai contoh yang baik, kapan akan membakar semangat siswanya dan kapan hanya mendorong, Tentu saja hal ini dibutuhkan pemahakan seorang guru dalam mengambil keputusan tersebut sebagai pemimpin dalam pembelajaran dan berarti guru butuh pengetahuan dan pemhaman pengambilan keputusan dalam pembelajaran agar  tidak salah dalam mengambil keputusan. Karena siswa pada dasarnya akan meniru apa yang dilakukan dan mengikuti mindset  gurunya.

 

2.             Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Dalam mengambil suatu keputusan, seseorang akan dipengaruhi mindset atau cara berfikirnya dan pemahamannya terhadap sesuatu. Seseorang akan bertindak sesuai dengan apa yang tertanam dalam pikirannya termasuk ketika mengambil keputusan. Pada saat mengampil keputusan seseorang akan menggunakan akalnya untuk berfikir dan juga akan berkaitan dengan etika dan moral. Etika dan moral merupakan dimensi yang tak terpisahkan. Etika dan moral mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat dan perangai yang baik. Etika dan moral erat kaitannya dengan penilaian. Karena pada hakikatnya etika membicarakan sifat manusia sehingga seseorang bisa dikatakan baik, bijak, jahat, susila atau sebagainya. Secara khusus etika ada pada prinsip manusia sebagai subjek sekaligus objek, bagaimana manusia berperilaku atas tujuan untuk dirinya sendiri dan tujuan untuk kepentingan bersama. Dengan demikian Nilai-nilai yang tertanam dalam diri seseorang akan berkaitan dengan apa yang menjadi mindset dalam berfikirnya. Nilai-nilai yang mendasari pemikiran seseorang adalah: 1) melakukan demi kepentingan orang banyak, 2) menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam diri, 3) melakukan apa yang kita harapkan orang lain akan melakukan pada diri kita. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip yang kita gunakan dalam menentukan suatu keputusan yaitu : 1) berpikir berbasis hasil akhir , 2) berpikir berbasis peraturan, dan 3) berpikir berbasis rasa peduli

 

3.        Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

 

Kegiatan coaching melalui metode coaching dengan model TIRTA dapat dikoalaborasikan dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian dalam mengambil keputusan berbagai dilema etika yang terjadi baik disekolah khususnya dalam pembelajaran maupun dalam lingkungan sekitar kita. Coaching dan teknik pengambilan keputusan yang sudah dipelajari sangat sejalan dengan tugas guru sebagai pemimpin pembelajaran dikelas. Sehingga selayaknya guru melakukan coaching dan teknik pengambilan keputusan tersebut agar pembelajaran dapat efektif dan hasilnya optimal.

 

4.             Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Pengambilan keputusan pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik, Jika nilai-nilai yang dianut baik dengan karakter yang baik maka pada saat pengambilan keputusan nya pun akan baik. Karena nilai-nilai yang dianut seseorang akan tergantung kepada pemahaman dan karakter yang dimiliki oleh pengambilan keputusan. Sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan tetap harus mengikuti kepada 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan kemudian sehingga hasil keputusan yang diambil akan mendekati tingkat pencapaian yang tepat.  Sehingga keputusan yang diambil akan membawa efek baik secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap pendidik tersebut.

5.        Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Untuk menghasilkan keputusan yang tepat kita perlu menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah:

a.              Mengenali bahwa Adakah nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi Dilema etika

b.              Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi tersebut

c.              kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut

d.              Lakukan pengujian benar atau salah yang meliputi uji legal. uji regulasi / standar profesional. uji intuisi. uji halaman depan koran. dan uji panutan atau idola

e.              Pengujian paradigma benar lawan benar

f.               melakukan prinsip resolusi

g.              investigasi opsi trilemma

h.              buat keputusan dan

i.                lihat lagi keputusan dan refleksikan.

    jika kita melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan di atas tentu akan menghasilkan keputusan yang tepat dan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai kebajikan yang berasal dan berpihak pada murid keputusan tersebut akan menjadikan pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

 

6.   Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan dilingkungan Saya untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus etika yaitu biasanya karena adanya perbedaan sudut pandang dari masing-masing. Perbedaan pendapat ini sebaiknya dapat dimusyawarahkan sehingga mencapai satu persamaan persepsi dalam satu kasus. Karena perbedaan latar belakang pendidikan, budaya tentunya sudah pasti akan berbeda juga cara pandang seseorang dalam mengambil keputusan, disinilah letaknya perbedaan ini, tetapi perbedaan ini jangan menjadi akar permasalahan baru, justru disinilah perlunya diskusi  atau musyawarah dalam melihat sesuatu yang berbeda.  

 

7.    Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Dengan melakukan pengambilan keputusan yang tepat semakin meletakkan kepentingan murid sebagai tujuan utama seiring dengan Filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara menuntun potensi yang ada pada murid sehingga tercipta Merdeka belajar dan bermanfaat salah satunya itu bagi dirinya dan masyarakat.

8.      Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan tentu akan berpengaruh pada masa depan murid-muridnya.  Keputusan yang berpihak pada murid akan menemukan dan mengembangkan potensi murid-murid dan tentunya akan menjadi bekal murid dalam mengembangakn dirinya dimasa depan sehingga akan bermanfaatlah potensinya itu bagi dirinya dan masyarakat disekitarnya.

9.      Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir dari pembelajaran modul materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran bahwa pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan dengan tepat sehingga dapat memaksimalkan serta berpihak kepada murid. Dengan melakukan pengambilan keputusan yang tepat meletakkan kepentingan murid sebagai tujuan utama seiring dengan Filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara menuntun potensi yang ada pada siswa. Keputusan yang diambil juga hendaknya sesuai dengan tujuan kita untuk mengutamakan keberpihakan kepada murid dengan menjadi teladan, motivasi dan dukungan bagi murid-muridnya. Melalui nilai dan peran guru penggerak maka diharapkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan kesadaran penuh,  dan melalui tekhnik coaching kepada murid, serta mengembangkan Kompetensi sosial emosional diharapkan terciptalah merdeka belajar bagi murid dan guru sebagai pemimpin pembelajaran.

 

 

Selasa, 23 Maret 2021

1.4. AKSI NYATA


CGP              : Tuti Alawiyah, S.Pd., M.Pd.

Pendamping :  Badriah, M.Pd.

Fasilitator      :  Dr. Achyar, M.Pd.

 

BUDAYA POSITIF DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN

 SISWA MELALUI KESEPAKATAN KELAS


LATAR BELAKANG 

Penanaman karakter disiplin pada siswa dapat dibangun oleh guru walaupun  dimasa pandemi saat zoom meeting yaitu dengan membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas adalah aturan yang dibuat  oleh guru bidang studi bersama murid dengan tujuan agar dalam pembelajaran menyenangkan antara kedua belah pihak yaitu antara guru dan murid sehingga tujuan belajar akan mudah tercapai yaitu terciptanya  merdeka belajar. Selain itu agar terbentuk sikap disiplin dan menumbuhkan budaya positif dalam diri siswa. Sekolah kami untuk guru kimia kelas XII MIPA 1 sampai dengan 7, yang mengajar ada tiga guru, yaitu Pak Bu Titi, Pak Anas dan saya sendiri Bu Tuti sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar kami bareng bertiga untuk bersama-sama belajar dengan siswa. Kami bergantian setiap minggu ada yang menjadi moderator, narasumber/menyampaikan materi dan ada yang secara teknis mendokumentasikan serta membuat laporan pembelajaran untuk disampaikan atau dilaporkan kepada kurikulum setiap kami mengajar.

Kesepakatan kelas ini dibuat pada awal kami mengajar di pertemuan pertama di awal semester genap yaitu di bulan Januari. Hal ini sangat tepat karena pembelajaran baru akan dimulai lagi untuk satu semester kedepan. Harapannya kesepakatan kelas ini dibuat agar dalam satu semester kedepan kami guru dan siswa  memiliki aturan yang harus dijalankan sehingga ada rambu-rambu dalam proses pembelajaran yang tentu saja agar terciptanya budaya positif yang perlu dikembangkan.

 

PELAKSAAAN

Adapun langkah–langkah yang dibuat dalam menyusun kesepakatan adalah pertama mengucapkan salam, mengajak berdoa, sebelum kelas dimulai mengajak diskusi untuk membuat kesepakatan tujuannya agar terbentuk kelas yang nyaman untuk belajar, menyenangkan sehingga terwujud murid dan sekolah  yang merdeka bekajar kemudian mengajak murid untuk mengutarakan  pendapatnya dan setelah itu meminta tanggapan murid yang lain setuju atau tidak. Percakapan dalam pembuatan kesepakatan kelas ini ada  https://youtu.be/JInWr-8NE3QPelaksanaan di zoom meeting di kelas XII MIPA (MIPA 1 s.d 7, paralel) dapat dilihat pada gambar dibawah ini:


                   



HASIL KESEPAKATAN

Kesepakatan Belajar Kelas XII Mata Pelajaran Kimia Semester 2, Tahun Pelajaran 2020/2021

  1. Tidak terlambat masuk zoom
  2. Tidak boleh mencoret-coret screen, kecuali atas ijin guru kimia
  3.  Menggunakan seragam sekolah kecuali sudah ijin dengan ketua kelas atau guru ketika ada keperluan harus keluar
  4. Tidak makan pada saat zoom tapi boleh minum
  5. Semua siswa harus mengumpulkan penugasan baik daring maupun luring dengan tepat waktu
  6. Menyebutkan nama dan kelas pada saat menjawab pertanyaan
Sangsi Jika melanggar kesepakatan, diberikan pertanyaan yang harus langsung dijawab (maksimum 3 pertanyaan)

Hasil kesepakatan tersebut dapat dilihat dari screenshot pada saat zoom meeting dibawah ini 


PENUTUP

Demikianlah kesepakatan kelas ini dibuat, diharapkan kedepannya siswa bertanggung jawab dengan apa yang sudah disepakatinya. sehingga tumbuh sikap disiplin dan meningkatnya budaya positif dalam diri siswa.






Selasa, 02 Maret 2021

1.3. AKSI NYATA (TUGAS CALON GURU PENGGERAK)

 

CGP              : Tuti Alawiyah, S.Pd., M.Pd.

Pendamping :  Badriah, M.Pd.

Fasilitator      :  Dr. Achyar, M.Pd.

 

BUDAYA POSITIF DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN

 SISWA MELALUI AGENDA AKTVITAS HARIAN


LATAR BELAKANG

Penanaman karakter disiplin pada siswa dapat dibangun oleh guru dalam hal ini wali kelas dengan  bekerjasama dengan pihak orangtua. Apalagi dimasa pandemi siswa belajar full di rumah dibawah pengawasan orangtua. Pendidikan karakter disiplin merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam rangka membina karakter seseorang. Menurut Curvin & Mindler berbekal nilai karakter disiplin akan mendorong tumbuhnya nilai-nilai karakter baik lainnya, seperti tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, dan sebagainya  (1999:12)

Banyak tugas yang dapat ditanamkan oleh guru kepada siswa dalam penanaman karakter disiplin. Salah satunya adalah disiplin menggunakan waktu sebaik-baiknya. Dengan kerjasama antara guru dengan orangtua maka disiplin dalam menggunakan waktu dapat dilakukan dalam bentuk penugasan membuat agenda aktivitas seharian dari mulai bangun tidur sampai hendak tidur kembali. Dibawah pengawasan orangtua di rumah diharapkan siswa dapat terkontrol dengan agenda aktivitas keseharian yang dibuat oleh siswa dengan di tandatangani orang tua. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wuryandani dkk (2014) di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yaitu  bahwa untuk mendukung tercapainya keberhasilan internalisasi nilai karakter disiplin di sekolah, dibuat sembilan kebijakan sekolah, yaitu program pendidikan karakter, menetapkan aturan sekolah dan aturan kelas, melakukan sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah, membuat pos afektif di setiap kelas, memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan kegiatan harian, memberikan pesan-pesan afektif di berbagai sudut sekolah, melibatkan orang tua, melibatkan komite sekolah, dan menciptakan iklim kelas yang kondusif.

Pada aksi nyata 1.3 ini bertujuan terwujudnya budaya positif siswa dengan sikap penaman karakter disiplin terhadap pemanfaatan waktu dan tentunya siswa menjadi terarah kegiatannya dengan adanya jadwal agenda aktivitas keseharian tersebut. Bentuk tugas yang diberikan adalah siswa membuat jadwal agenda aktivias dalam kegiatan keseharainnya dimulai dari bangun tidur sampai hendak tidur kembali. Penugasan ini diberikan terkait dengan tugas sebagai walikelas terhadap perwaliannya. Adapun tolok ukur keberhasilannya adalah  siswa dapat membuat agenda aktivitas keseharian dan melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari sehingga diharapkan akan terwujud sikap disiplin dalam diri siswa, siswa terbiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya  dan kegiatannya menjadi terarah karena sudah tersusun sesuai dengan yang direncanakan.

 

METODE

Pelaksanaan penanaman karakter disiplin ini, dilaksanakan di kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Dramaga, semeter genap tahun pelajaran 2020/2021. Pertama kali guru dalam hal ini adalah walikelas XI MIPA1 memberikan tugas di grup Whatsapp kelas, agar semua siswa membuat agenda aktivitas keseharian di rumahnya dari bangun tidur sampai kembali hendak tidur dari hari senin sampai hari minggu. Pemberian tugas kepada siswa dapat dilihat dari screenshot grup  whatsapp dibawah ini.



Penugasan tidak hanya di berikan di grup whatsapp siswa saja tapi juga pemberitahuan dan minta dukungan kepada orangtua melalui grup whatsapp walimurid kelas XI MIPA1 dengan pemberitahuan dan contoh bagi yang sudah mengumpulkan.

     
     PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

Pengumpulan tugas agenda aktivitas harian dari kelas XI MIPA 1, dikumpulkan melalui grup whatsapp agar dapat langsung bisa di koreksi dan diberikan komentar oleh guru. Komentar berupa ucapan terimakasih dari guru karena siswa sudah mengumpulkan dan bahkan koreksi agar siswa memoto kembali karena kadang terbalik gambar yang dikirim di grup whatsapp. Contoh komentar yang dibeikan kepada siswa seperti pada gambar dibawah ini:

                 

 Adapun dokumentasi agenda aktivitas  dapat dilihat pada gambar screenshot di bawah ini:                 
                                                
                                                                                               
          +        

Berdasarkan  pengamatan yang dilakukan  oleh guru terhadap penugasan jadwal kegiatan aktifitas keseharian siswa, maka bentuk kegiatan  yang dilakukan oleh siswa dari rumah dimasa pandemi adalah :

aktivitas belajar daring dan luring yang sudah ditetapkan dari sekolah

Aktivitas mengerjakan tugas-tugas sekolah

akivitas membantu orang tua misal menyapu, ngepel, mencuci pakaian, dll

aktifitas ibadah yaitu sholat,tilawah alqur’an dirumah, dan mengaji ke pesantren

aktivitas istirahat yaitu tidur

aktivitas bermain

aktivitas menonton, ada yang menonton TV, sinetron, drama korea di youtube

 Dengan adanya  pembuatan agenda aktivitas ini guru menjadi mengetahui apa yang mereka lakukan dirumah selama 24 jam. Selain itu salah satu cara terbentuknya kerjasama antara guru dengan orangtua yaitu adanya tandatangan dari orangtua di  agenda aktivitas yag telah dibuat oleh orang tua. Penandatangan ini bermakud selain orangtua mengetahui apa yang telah dikerjakan siswa, dan orangtua dapat menekankan serta mengontrol kepada siswa tentang jadwal yang sudah dibuatnya dan konsekwen dengan kegiatannya sesuai jadwal. Wali kelas juga dapat memberitahukan tugas siwa di grup walikelas termasuk ketika ada siswa  yang belum mengumpulkan.

 

KEGAGALAN

Berdasarkan refleksi guru/walikelas dari 33 siswa ada yang tidak mengumpulkan 2 orang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini berarti 94 % siswa melakukan dan 6 % siswa yang tidak melakukan. Hal ini dikarenakan 1 orang siswa terlambat mengumpulkan dan akan membuat dan sudah dipersilakan membuat walaupun terlambat dalam pengumpulannya dan 1 orang siswa lagi tidak ada kabar. Padahal orang tua sudah diingatkan pula di grup whatsapp walikelas  XI MIPA 1 untuk mengingatkan putra putrinya. Ternyata 1 orang siswa yang tidak ada kabar alasannya karena tidak memiliki kuota hal ini dikonfirmasi setelah siswa aktif whatsapp nya kembali dan orangtuanya tidak memiliki handphone sehingga tidak tergabung di grup walimurid.

 

SIMPULAN

Sikap kedisiplinan siswa dapat dibangun melalui tugas perwalian dengan cara siswa membuat agenda aktivitas keseharian yang dilakukan oleh siswa selama dirumah dalam masa pandemi. Aktivitas dilakukan dengan diawali guru menugaskan kepada siswa  di grup whatsapp selanjutnya berkoordinasi dengan orangtua di grup whatsapp walimurid. Selain membangun kedisiplinan siswa, agenda aktivitas juga bertujuan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan menjalin kerjasama yang baik antara guru dalam hal ini walikelas dengan orangtua.

 

DAFTAR PUSTAKA

Curvin, R. L., & Mindler, A. N. 1999. Discipline With Dignity. USA: Association For Supervision               And Curriculum Development.

Wuryandani, Wuri, Bunyamin Maftuh, Sapriya, dan Dasim Budimansyah.  Pendidikan                         Karakter Disiplin di Sekolah Dasar, Jurnal Cakrawala, journal.uny.ac.id, 2014. hh.1-10,              diakses tanggal 15 Februari 2021,

 

Rabu, 18 November 2020

 

                    Audisi  Lomba Menyanyi

                                               By : Qonita Nur Azizah

 “Kukkuruyukkkkkkk ...,” suara kicauan ayam berbunyi tanda matahari sudah terbit. Aku pun segera mandi, shalat Subuh dan siap-siap untuk berangkat mencari uang.

Oh ya, kenalkan namaku Aditya Saputra, panggil saja Adit. Aku lahir dalam keluarga yang kurang berkecukupan. Bapakku sudah meninggal 5 tahun yang lalu sedangkan ibuku sedang sakit–sakitan. Aku bekerja sebagai pelayan di salah satu sebuah restoran yang biasanya digaji Rp500.000 per bulan. Restoran tempat kerjaku bernama ‘GOOD RESTO’ yang berada di Jln. Mawar No. 5 Jakarta Selatan sedangkan rumahku berada di salah satu sudut yang terpencil di Jakarta Selatan yang hanya dihuni oleh masyarakat yang kurang mampu. Jika aku sekolah, berarti sekarang aku duduk di kelas 2 SMP atau kelas 8. Kulitku putih kecoklatan. Alis, bulu mata dan rambutku tebal, biasanya rambut aku tata menyamping ke kanan.

          Setelah mandi dan shalat Subuh aku pun berdo’a, “ Robbighfirli waliwa lidayya warhamhuma kama robbayaaniy soghiroo". Ya Allah, Ya Rohman, Ya Rohim, ampunilah dosa-dosa hamba dan dosa-dosa kedua orang tua hamba. ya Allah sembukanlah penyakit ibuku. Ya Allah berilah hamba rezeki yang lebih banyak dan halal. Ya Allah berilah hamba kekuatan dalam menjalani ujianmu dan janganlah Engkau mengambil ibuku terlebih dahulu sebelum aku membahagiakannya Ya Allah. "Robbana aatina fiddunnyah hasanah wafil aakhiroti hasanah wakiyna adzab bannar…Aminn…aminnn, ya robbal alamin…” Kataku sambil mengusap pipiku yang sudah dibanjiri oleh derasan air mataku. Tanpa aku ketahui, ibu sudah berada di balik pintu sambil menangis karna mendengar doaku, ya doa dari anak semata wayangnya. “ Adit…” ibu memanggilku dengan lembut. “Eh, ibu, ibu pasti laper yah bu, aku buatin sarapan yah bu…” tanyaku setengah kaget. “Eh … enggak kok nak, ibu enggak laper.” Kata ibu berbohong. “Adit, kamu enggak boleh nangis, kan kamu udah besar masa nangis kayak anak kecil aja..” ibu berusaha menghiburku. “Iya bu, aku enggak nangis kok…kan aku udah besar” kataku berusaha tegar di hadapan ibu padahal hatiku hampir ingin menyerah. “Yaudah Ibu sarapan dulu yah, kan Ibu belum sarapan …” kataku lagi kemudian dijawab sebuah anggukan dari ibu dan aku pun menuju ke dapur untuk memasak.

Sesampainya di dapur aku pun memasak telur dadar dan semur tahu. Aku menyiapkan bahan-bahan seadanya saja yang terdapat di dapurku yaitu: 3 buah telur, garam secukupnya, 3 buah tahu, kecap, 2 buah cabe, 2 siung bawang merah dan 2 siung bawang putih.

 Setelah selesai memasak untuk sarapan dan makan siang, aku pun mengambil  sebagian lauk pauk ke piring dan menuangkan air putih ke dalam 2 gelas, kemudian menuju kamarku di mana ada ibu yang sedang menungguku. Sesampainya di dalam kamar aku pun menyuapi ibuku sarapan dan sesekali aku ikut sarapan.

Setelah selesai sarapan ibu berkata “Kamu harus percaya Dit, kalau ibu enggak akan pernah ninggalin kamu walaupun ibu sudah tiada kamu selalu ada di hati ibu, ingat itu Dit, jadi kamu enggak perlu takut yah…” katanya menahan tangis. “Iya bu, aku percaya kok…tapi ibu harus kuat yah…” Kataku kepada ibu sambil mengelus punggungnya. “Iya nak, yaudah kamu kerja gih nanti telat, yang jujur yah kalau kerja…” Kata ibu mengingatkan. “Yaudah bu aku kerja dulu yah, ibu istirahat aja yah… jangan mulung yah bu, aku berangkat dulu Assalammualaikum. Oh ya bu, nanti kalau mau makan siang udah aku taro di atas meja belajarku.” Kataku mengingatkan sambil mengambil tas punggungku yang ada di meja belajar dan mencium punggung tangannya. “Iya..nak waalaikum salam hati- hati di jalan yah.”

Dalam perjalan aku diberi sebuah kertas brosur yang berisi audisi lomba menyanyi yang hadiahnya piala, piagam, dan uang tunai sebesar Rp10.000.000,00. “Wah…aku ikut ah, lumayan kalau menang bisa untuk berobat ibu…tapi aku belajar nyanyi sama siapa yah?” tanyaku kepada diri sendiri. “Sama saya aja dek” tawar seorang ibu yang berada persis di sampingku. “Eh…enggak usah deh bu makasih…” kataku kaget.   “Udah…enggak papa dek… kenalkan nama saya Avidati Aulia Putri, panggil aja Bu Vivi…yah, mau yah.. diajarin sama ibu! Tanpa dibayar deh…” Katanya ikhlas. Ibu Vivi tersebut kira-kira berumur 32 tahunan. Ia memakai kerudung berwarna biru muda yang diberi bros berbentuk bunga, memakai kaos polos berlengan panjang warnanya biru muda dengan dihiasi pita dibagian pergelangan tangan. Bu Vivi juga memakai rok celana berwarna biru tua, bu Vivi memakai sandal Heels setinggi 3 cm berwarna biru muda. Bu Vivi mempunyai lesung pipi, wajahnya diberi sedikit bedak dan sedikit olesan lipstik karna wajah bu Vivi memang sudah putih. “Kan kamu mau bantu berobat ibu kamu dek, jadi ibu bantuin deh … jadi guru privat nyanyi kamu tanpa dibayar, ibu ikhlas kok… masa ibu enggak boleh bantu kamu?” katanya lagi. “ Hmmm… boleh deh bu, yang penting ibu enggak ngerasa kerepotan.” jawabku.   “ Ya, enggak ngerepotin lah dek, kalau ngerepotin yah ibu enggak bakal nawarin jadi guru privat nyanyi kamu tanpa dibayar lagi, jadi ibu mau kok jadi guru privat nyanyi kamu dengan senang hati…” katanya sambil menahan tawa. “Iya juga, yah bu…hehehe…”Kataku. “Yaudah boleh deh bu… makasih yah bu…” Jawabku lagi. “Ohiya dek nama kamu siapa yah?” Tanya bu Vivi kepadaku. “Nama saya Aditya Saputra bu.” Jawabku. “Oh, namanya Adit…ibu boleh minta Nomer kamu gak yang bisa dihubungi?” Tanyanya lagi. “Oh, boleh kok bu, nomernya  0857 9980 3575, emangnya mau latihan jam berapa yah bu? Soalnya saya mau kerja dulu bu sampai jam 14.00 WIB.” Kataku menjelaskan. “ Hah..Adit kamu kerja? Dimana nak? Bukannya harusnya sekarang kamu sekolah, kok kerja?” Tanya bu Vivi kaget beserta heran. “ Hmm… saya udah enggak sekolah bu…iya, bu saya kerja… saya kerja di Good Resto bu.” Kataku menjelaskan. “ Duh, nak kasihan sekali kamu… ibu turut prihatin yah… Semoga nanti setelah kamu ikut lomba menyanyi hidup kamu berubah, bisa sekolah lagi seperti anak – anak yang lain, dan ibu kamu bisa cepat sembuh.” Kata bu Vivi mendoakan. “ Aminn bu, semoga saja… yaudah bu saya berangkat dulu ya bu.” Kataku pamit ke bu Vivi. “Eh, iya nak nanti ibu samper kamu di Good Resto yah, hati – hati ya nak.” Kata bu Vivi mengingatkan. “ Iya bu, saya berangkat dulu yah bu, Assalammualaikum” Kataku lagi. “Waalaikum salam.” Jawab bu Vivi.

Sesampainya di tempat kerjaku, Good Resto, aku pun menaruh tas punggungku ke dalam lokerku. Di tempat kerjaku disediakan loker untuk para karyawan yang lain termasuk aku. Sekarang jam 07.30 waktunya aku bertugas di bagian pelayan sampai jam 10.30.  Pelanggan pertama yaitu seorang ibu – ibu yang memesan 70 macam makanan ringan yang sudah dibungkus, 70 makanan berat, 70 macam jus, yang akan dipakai nanti jam 09.00 untuk Reuni sekolahnya, dan aku pun memberikan kertas yang berisi pesanan ibu tersebut ke mbak Tiara. Mbak Tiara merupakan koki andalannya Good Resto. Setelah selesai menjadi pelayan aku pun megerjakan tugas yang ke-2 yaitu membersihkan halaman Good Resto, sambil membersihkan halaman Good Resto memakai sapu lidi aku mengobrol dengan Kak Andi. Kak Andi adalah teman dekatku di kerja, aku dan kak Andi hanya beda kurang lebih 3 tahun. “Kak, kakak kok enggak berangkat sekolah ?” Tanyaku heran. “Iya, soalnya di sekolah kakak lagi ada UTBK jadi, untuk siswa kelas 10 dan 11 diliburkan selama SBMPTN berlangsung.” Jawab kak Andi. “ Oh, gitu yah, kak, terus kakak dikasih tugas gak ?” Tanyaku lagi. “ Di kasih kok Dit, mau minjem enggak ?” Tanya kak Andi kepadaku. “ Hmm…boleh deh, kak.” Jawabku. “Yaudah bentar yah, kakak ambil dulu.” Katanya sambil mengambil buku yang terdapat di tas punggungnya yang berada di loker. Dan hanya butuh  3 menit kak andi sudah berada di depan ku dan memberikan buku tugasnya kepadaku. “ Pinjem dulu yah, kak.” Kataku meminta ijin. “Iya, nanti kembaliinnya sebelum jam makan siang yah.” Katanya megingatkan. “Oke, kak.” Kataku menurut. Selama aku udah berhenti sekolah aku slalu minta diajarin kak Andi untuk mengajariku walaupun bukan sesuai umurku tapi bagiku pelajarannya menyenangkan dan setiap kak Andi ada Tugas aku slalu menyalinnya untuk di kerjakan sendiri. Dan aku pun melanjutkan pekerjaanku.

Setelah selesai mengerjakan pekerjaanku yang ke-2 aku pun melanjutkan pekerjaanku yang ke-3 yaitu membersihkan toilet, gudang, dan mencuci piring tetapi sebelum itu aku Sholat Zuhur berjamaah terlebih dahulu dan makan siang. Setelah selesai Sholat Zuhur berjamaah aku pun menyalin buku tugas kak Andi ke bukuku. Setelah selesai aku pun makan siang bersama kak Andi. “ Nih, kak, udah selesai, makasih yah, kakak.” Kataku membuka topik obrolan dan memberikan buku tugasnya.   “ Oh, iya sama – sama dit” Katanya dan mengambil buku tugasnya dari tanganku. Makan siang hari ini yaitu Nasi goreng, Rendang, dan es jeruk.

Setelah selesai makan siang dan istirahat sampai jam 12.30 WIB aku pun melanjutkan pekerjaanku yang ke-3. Di Toilet aku hanya diberi 3 toilet untuk aku bersihkan karena toiletnya dibagi dengan karyawan yang lain juga. Dan setelah itu aku pun ke gudang bersama karyawan yang lainnya termasuk kak Andi. Di gudang aku diberi tugas untuk megepel lantai sedangkan kak Andi diberi tugas untuk mengangkat barang bersam karyawan yang lainnya juga. Setelah ngepel lantai aku pun ke ruang cuci disana merupakan tempat untuk mencuci piring, gelas, sendok dan semacamnya selain hanya mencuci itu di ruang cuci juga ada mesin cuci gunanya untuk mencuci, seperti Lap, kain, taplak meja dan lain – lainnya. Di ruang cuci aku mendapat 10 buah piring, 5 buah gelas beling, dan 15 buah sendok dan garpu. Setelah selesai mengerjakan tugas yang ke-3 aku pun megambil tasku yang ada di loker dan menuju ruangan pak Rangga untuk meminta ijin pulang karna tugasku hari ini sudah selesai. Pak Rangga yaitu pemilik restoran tempat kerjaku. “Permisi pak.” Kataku sesampainya di depan pintu ruangan pak Rangga. “ Masuk.” Jawabnya. “ Maaf pak, pekerjaan saya hari ini sudah selesai.” Kataku memberitahu. “ Oh, yaudah adit kamu boleh pulang, makasih yah.” Katanya mempersilahkan aku pulang. “ Iya pak, sama – sama, yaudah saya pulang dulu yah, pak Assalammualaikum.” Kataku pamit. “ Waalaikum salam.” Katanya dan aku pun langsung keluar dari ruangan pak Rangga dan menuju dimana para pembeli sedang menikmati makanan yang sedang dibelinya dan disana juga terdapat bu Vivi. “ Maaf bu, menunggu.” Kataku. “ Iya, enggak papa kok, enggak usah ngerasa bersalah gitu, nunggunya juga enggak lama – lama amat kok.” Katanya menahan tawa. “ Hehehe… yaudah yuk bu, tapi sebelum latihan kita ke rumah saya dulu yah bu, soalnya saya belum minta ijin ke ibu.” Kataku menjelaskan. “ Iya, enggak papa kok, yaudah yuk nanti ibu kamu nyariin lagi !” Kata bu Vivi yang menyuruhku cepat. “ Tapi kita ke rumahmunya makai kendaraan ibu aja yah.” Tawarnya. “ Eh, enggak usah deh bu, saya jalan kaki aja.” Tolakku. “ Udah, enggak papa, kalau misalnya kita jalan kaki, masa mobil ibu di tinggal.” Katanya dengan nada memohon. “ Iya juga ya bu, yaudah deh bu, makasih ya bu.” Kataku nyerah. “ Nah gitu dong, dit, yaudah yuk masuk !” Katanya menyuruhku dan aku pun menurutinya.

            Sesampainya di  rumahku aku pun memberi bu Vivi segelas Teh hangat manis. “ Silahkan bu diminum, maaf bisanya cuman nyuguhin Teh hangat manis.” Kataku mempersilahkan bu Vivi untuk meminum  Teh hangat manis buatanku. “ Iya, enggak papa, makasih loh.. udah disuguhin. Oh, ya ini dari ibu untuk ibumu dan kamu di terima  yah.” Katanya sambil memberikan 2 plastik kresek ukuran besar dan 1 plastik kresek ukuran kecil. “ Ini apa bu ?” Tanyaku ke bu Vivi.          “ Udah, terima aja dulu.” Perintahnya. “ Yaudah makasih yah bu.” Kataku berterima kasih yang dibalas dengan anggukan, aku pun menuju kamarku untuk menemui ibuku dan ternyata bu Vivi juga ingin menemuiku.

Di kamarku aku menemui ibuku sedang duduk dei tepi kasur dengan air mata yang bercucuran karena habis melihat foto kami sekeluarga yaitu aku, ibu, dan juga bapak yang sedang berada di Tangkuban Perahu, saat ibu melihatku ia langsung menghapus air matanya dengan punggung tangannya. “ Bu, udah ya bu, ibu harus ikhlasin bapak.” Kataku menenangkanibu. “ Iya nak.” Katanya sambil memelukku dan aku pun mengelusi punggungnya dengan tanganku. “ Bu, kenalin ini guru lesku yang akan mengajarkan aku menyanyi untuk lomba nanti namanya bu Vivi.” Kataku memperkenalkan bu Vivi kepada ibuku. “ Dan bu, kenalkan ini ibu kandung saya.” Kataku memperkanalkan ibuku kepada ibu Vivi. “ Ibunya Adit.” Kata ibu menjabat tangan kepada bu Vivi   yang hanya dibalas dengan sebuah senyuman dari bu Vivi. “ Makasih ya bu.” Kata ibu ke bu Vivi.  “ Iya sama – sama bu.” Jawab bu Vivi. “ Yaudah bu,  Dit, dimakan dong yang ada di dalam kresek.” Kata bu Vivi sambil menunjuk ke arah plastik kresek yang aku pegang. “ Eh, iya bu.” Kataku sambil membuka plastik kresek yang aku pegang. Di plastik kresek pertama yang besar terdapat Ayam Goreng 6, Spagethi 2, Nasi Goreng spesial 4, dan Kentang Goreng 2, sedangkan isi plastik kresek besar yang kedua yaitu Susu Anlene  ukuran besar 3 buah, dan Susu Milo ukuran besar 3 buah, dan isi plastik kresek yang berukuran kecil yaitu terdapat Juz Alpukat 2 dan Juz Jambu 2. “ Masya Allah bu banyak sekali isinya.” Kata ibuku terharu saat pertama kali melihat isinya. “ Makasih ya bu, makasih ya Allah.” Kataku dan ibu bersamaan sambil sujud ke arah kiblat. “ Sama – sama bu, dit.” Jawab bu Vivi sambil mengelus punggung kami dengan penuh bahagia karena sudah berbagi kepadaku dan ibuku, dan kami pun memakan yang diberi bu Vivi dengan banyak terharu.

Setelah selesai makan aku pun dan bu Vivi menuju ruang tamu untuk latihan sedangkan ibu sedang istirahat di kamarku. “ Dit, ibu udah daftarin kamu, dan saat ibu lihat kamu harus menyanyikan 3 lagu.” Kata bu Vivi panjang lebar. “ Yaudah deh bu saya akan nyanyi 3 lagu yaitu Ayah kukirimkan do’a, Lagu Cinta Untuk mama, dan Terima kasih Guruku.” Jawabku. “ Yaudah kalau begitu kamu ikutin kata – kata ibu yah. Oooo Ooooo OoooOooo.” Perintahnya dan aku pun mengikuti perintahnya dan seterusnya.

             Dua hari pun berlalu sekarang aku beserta bu Vivi dan ibuku sedang ada di Gedung Audisi Lomba Menyanyi. Aku mendapatkan urutan ke 3. Urutan 1..... dan ke-2. “ Sekarang kita tampilkan Aditya Saputra yang akan menyanyikan lagu Ayah kukirimkan do’a, Lagu Cinta untuk mama dan Terima kasih Guruku. Silahkan Adit.” Kata pembawa MC memanggilku untuk ke panggung dan aku pun berjalan ke panggung dan menyanyikan yang tadi dibilang oleh MC. Setelah selesai menyanyi aku pun turun ke pangung untuk memeluk ibuku beserta bu Vivi dengan air mata yang membasahi pipiku. “ Bu, maafin Adit.” Kataku saat berpelukan dengan ibu. “ Iya nak.” Jawab ibu terharu. “ Bu, maafin Adit kalau udah ngeropitin ibu.” Kataku kepada bu Vivi. “ Iya, ibu maafin kok.” Jawab bu Vivi. Sekarang merupakan waktu dimana MC membacakan para pemenang Audisi lomba Menyanyi.  “ Juara ke-3 kita adalah............................... Sinta Dwi Putri yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, Indonesia Jaya dan Terima kasih Sahabat. Yang mendapatkan Piagam, piala, beserta uang tunai sebesar Rp. 5.000.000. Silahkan Dek sinta untuk maju ke panggung.” Panggil petugas MC. “ Dan Juara ke-2 kita yaituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Slavina Syahnada Agustina yang telah menyanyikan lagu berjudul Anganku Anganmu, Persahabatan bagai kepompong, dan Album biru. Yang mendapatkan Piagam, Piala, Uang tunai sebesar Rp.8.000.000. Silahkan untuk dek Slavina maju ke panggung.” Panggil MC lagi. Yah, belum ada namaku kataku pasrah dalam hati. “ Dan Juara pertama kita yaitu...” Kata MC berhenti lama. “ Aditya Saputra yang telah menyanyikan lagu Ayah kukirimkan do’a, lagu cinta untuk mama, dan Terima kasih guruku. Yang mendapatkan Piagam, Piala, dan Uang tunai sebesar Rp.10.000.000.  Silahkan untuk dek Adit maju ke depan.” Kata Mbak MCnya senang, aku yang mendengar itu tak kalah senangnya. Saat maju ke panggung dalam hati aku terus berterima kasih pada Allah SWT. “ Terima kasih semuanya yang telah mensuport saya sampai saat ini terutama untuk ibu saya dan bu Vivi yang telah berkorban banyak untuk saya dan ibu saya.” Kataku saat sudah diberi Piagam, Piala, dan uang tunai untuk memberikan Ucapan sedikit. Dan setelah itu aku pun turun dari panggung dan langsung memeluk ibuku lagi dan bu Vivi. Terima kasih banyaku bu Vivi yang telah mau mengajarkan saya tanpa dibayar, aku enggak akan melupakan jasa – jasamu, Kataku dalam hati.

 

                                               

                                                                        Hai, perkenalkan namaku Qonita Nur Azizah. Aku lahir di Bogor, 8 Juli 2007. Sekolahku  sekarang di MTSN 1 Pekalongan kelas VII, setelah menyelesaikan sekolah dasar di SDIT Insan Mulia, Kajen Pekalongan.  Cita – citaku banyak, tapi dari dulu hingga sekarang aku ingin menjadi Hafidzoh, Dokter Bedah, dan Penulis. Hobbyku adalah menulis,  dan memasak. Aku merupakan anak pertama dari 3 bersaudara adikku Muhammad Zidan dan Muhammad Zubair Alzam. Impianku adalah membahagiakan Orang tuaku, Adik – adikku, pokoknya yang aku kenal dan keliling dunia.

Semoga kalian suka membacanya yah....