Selasa, 23 Maret 2021

1.4. AKSI NYATA


CGP              : Tuti Alawiyah, S.Pd., M.Pd.

Pendamping :  Badriah, M.Pd.

Fasilitator      :  Dr. Achyar, M.Pd.

 

BUDAYA POSITIF DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN

 SISWA MELALUI KESEPAKATAN KELAS


LATAR BELAKANG 

Penanaman karakter disiplin pada siswa dapat dibangun oleh guru walaupun  dimasa pandemi saat zoom meeting yaitu dengan membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas adalah aturan yang dibuat  oleh guru bidang studi bersama murid dengan tujuan agar dalam pembelajaran menyenangkan antara kedua belah pihak yaitu antara guru dan murid sehingga tujuan belajar akan mudah tercapai yaitu terciptanya  merdeka belajar. Selain itu agar terbentuk sikap disiplin dan menumbuhkan budaya positif dalam diri siswa. Sekolah kami untuk guru kimia kelas XII MIPA 1 sampai dengan 7, yang mengajar ada tiga guru, yaitu Pak Bu Titi, Pak Anas dan saya sendiri Bu Tuti sehingga dalam proses kegiatan belajar mengajar kami bareng bertiga untuk bersama-sama belajar dengan siswa. Kami bergantian setiap minggu ada yang menjadi moderator, narasumber/menyampaikan materi dan ada yang secara teknis mendokumentasikan serta membuat laporan pembelajaran untuk disampaikan atau dilaporkan kepada kurikulum setiap kami mengajar.

Kesepakatan kelas ini dibuat pada awal kami mengajar di pertemuan pertama di awal semester genap yaitu di bulan Januari. Hal ini sangat tepat karena pembelajaran baru akan dimulai lagi untuk satu semester kedepan. Harapannya kesepakatan kelas ini dibuat agar dalam satu semester kedepan kami guru dan siswa  memiliki aturan yang harus dijalankan sehingga ada rambu-rambu dalam proses pembelajaran yang tentu saja agar terciptanya budaya positif yang perlu dikembangkan.

 

PELAKSAAAN

Adapun langkah–langkah yang dibuat dalam menyusun kesepakatan adalah pertama mengucapkan salam, mengajak berdoa, sebelum kelas dimulai mengajak diskusi untuk membuat kesepakatan tujuannya agar terbentuk kelas yang nyaman untuk belajar, menyenangkan sehingga terwujud murid dan sekolah  yang merdeka bekajar kemudian mengajak murid untuk mengutarakan  pendapatnya dan setelah itu meminta tanggapan murid yang lain setuju atau tidak. Percakapan dalam pembuatan kesepakatan kelas ini ada  https://youtu.be/JInWr-8NE3QPelaksanaan di zoom meeting di kelas XII MIPA (MIPA 1 s.d 7, paralel) dapat dilihat pada gambar dibawah ini:


                   



HASIL KESEPAKATAN

Kesepakatan Belajar Kelas XII Mata Pelajaran Kimia Semester 2, Tahun Pelajaran 2020/2021

  1. Tidak terlambat masuk zoom
  2. Tidak boleh mencoret-coret screen, kecuali atas ijin guru kimia
  3.  Menggunakan seragam sekolah kecuali sudah ijin dengan ketua kelas atau guru ketika ada keperluan harus keluar
  4. Tidak makan pada saat zoom tapi boleh minum
  5. Semua siswa harus mengumpulkan penugasan baik daring maupun luring dengan tepat waktu
  6. Menyebutkan nama dan kelas pada saat menjawab pertanyaan
Sangsi Jika melanggar kesepakatan, diberikan pertanyaan yang harus langsung dijawab (maksimum 3 pertanyaan)

Hasil kesepakatan tersebut dapat dilihat dari screenshot pada saat zoom meeting dibawah ini 


PENUTUP

Demikianlah kesepakatan kelas ini dibuat, diharapkan kedepannya siswa bertanggung jawab dengan apa yang sudah disepakatinya. sehingga tumbuh sikap disiplin dan meningkatnya budaya positif dalam diri siswa.






Selasa, 02 Maret 2021

1.3. AKSI NYATA (TUGAS CALON GURU PENGGERAK)

 

CGP              : Tuti Alawiyah, S.Pd., M.Pd.

Pendamping :  Badriah, M.Pd.

Fasilitator      :  Dr. Achyar, M.Pd.

 

BUDAYA POSITIF DALAM MEMBANGUN KEDISIPLINAN

 SISWA MELALUI AGENDA AKTVITAS HARIAN


LATAR BELAKANG

Penanaman karakter disiplin pada siswa dapat dibangun oleh guru dalam hal ini wali kelas dengan  bekerjasama dengan pihak orangtua. Apalagi dimasa pandemi siswa belajar full di rumah dibawah pengawasan orangtua. Pendidikan karakter disiplin merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam rangka membina karakter seseorang. Menurut Curvin & Mindler berbekal nilai karakter disiplin akan mendorong tumbuhnya nilai-nilai karakter baik lainnya, seperti tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, dan sebagainya  (1999:12)

Banyak tugas yang dapat ditanamkan oleh guru kepada siswa dalam penanaman karakter disiplin. Salah satunya adalah disiplin menggunakan waktu sebaik-baiknya. Dengan kerjasama antara guru dengan orangtua maka disiplin dalam menggunakan waktu dapat dilakukan dalam bentuk penugasan membuat agenda aktivitas seharian dari mulai bangun tidur sampai hendak tidur kembali. Dibawah pengawasan orangtua di rumah diharapkan siswa dapat terkontrol dengan agenda aktivitas keseharian yang dibuat oleh siswa dengan di tandatangani orang tua. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Wuryandani dkk (2014) di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta yaitu  bahwa untuk mendukung tercapainya keberhasilan internalisasi nilai karakter disiplin di sekolah, dibuat sembilan kebijakan sekolah, yaitu program pendidikan karakter, menetapkan aturan sekolah dan aturan kelas, melakukan sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur berjamaah, membuat pos afektif di setiap kelas, memantau perilaku kedisiplinan siswa di rumah melalui buku catatan kegiatan harian, memberikan pesan-pesan afektif di berbagai sudut sekolah, melibatkan orang tua, melibatkan komite sekolah, dan menciptakan iklim kelas yang kondusif.

Pada aksi nyata 1.3 ini bertujuan terwujudnya budaya positif siswa dengan sikap penaman karakter disiplin terhadap pemanfaatan waktu dan tentunya siswa menjadi terarah kegiatannya dengan adanya jadwal agenda aktivitas keseharian tersebut. Bentuk tugas yang diberikan adalah siswa membuat jadwal agenda aktivias dalam kegiatan keseharainnya dimulai dari bangun tidur sampai hendak tidur kembali. Penugasan ini diberikan terkait dengan tugas sebagai walikelas terhadap perwaliannya. Adapun tolok ukur keberhasilannya adalah  siswa dapat membuat agenda aktivitas keseharian dan melaksanakannya dalam kegiatan sehari-hari sehingga diharapkan akan terwujud sikap disiplin dalam diri siswa, siswa terbiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya  dan kegiatannya menjadi terarah karena sudah tersusun sesuai dengan yang direncanakan.

 

METODE

Pelaksanaan penanaman karakter disiplin ini, dilaksanakan di kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Dramaga, semeter genap tahun pelajaran 2020/2021. Pertama kali guru dalam hal ini adalah walikelas XI MIPA1 memberikan tugas di grup Whatsapp kelas, agar semua siswa membuat agenda aktivitas keseharian di rumahnya dari bangun tidur sampai kembali hendak tidur dari hari senin sampai hari minggu. Pemberian tugas kepada siswa dapat dilihat dari screenshot grup  whatsapp dibawah ini.



Penugasan tidak hanya di berikan di grup whatsapp siswa saja tapi juga pemberitahuan dan minta dukungan kepada orangtua melalui grup whatsapp walimurid kelas XI MIPA1 dengan pemberitahuan dan contoh bagi yang sudah mengumpulkan.

     
     PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

Pengumpulan tugas agenda aktivitas harian dari kelas XI MIPA 1, dikumpulkan melalui grup whatsapp agar dapat langsung bisa di koreksi dan diberikan komentar oleh guru. Komentar berupa ucapan terimakasih dari guru karena siswa sudah mengumpulkan dan bahkan koreksi agar siswa memoto kembali karena kadang terbalik gambar yang dikirim di grup whatsapp. Contoh komentar yang dibeikan kepada siswa seperti pada gambar dibawah ini:

                 

 Adapun dokumentasi agenda aktivitas  dapat dilihat pada gambar screenshot di bawah ini:                 
                                                
                                                                                               
          +        

Berdasarkan  pengamatan yang dilakukan  oleh guru terhadap penugasan jadwal kegiatan aktifitas keseharian siswa, maka bentuk kegiatan  yang dilakukan oleh siswa dari rumah dimasa pandemi adalah :

aktivitas belajar daring dan luring yang sudah ditetapkan dari sekolah

Aktivitas mengerjakan tugas-tugas sekolah

akivitas membantu orang tua misal menyapu, ngepel, mencuci pakaian, dll

aktifitas ibadah yaitu sholat,tilawah alqur’an dirumah, dan mengaji ke pesantren

aktivitas istirahat yaitu tidur

aktivitas bermain

aktivitas menonton, ada yang menonton TV, sinetron, drama korea di youtube

 Dengan adanya  pembuatan agenda aktivitas ini guru menjadi mengetahui apa yang mereka lakukan dirumah selama 24 jam. Selain itu salah satu cara terbentuknya kerjasama antara guru dengan orangtua yaitu adanya tandatangan dari orangtua di  agenda aktivitas yag telah dibuat oleh orang tua. Penandatangan ini bermakud selain orangtua mengetahui apa yang telah dikerjakan siswa, dan orangtua dapat menekankan serta mengontrol kepada siswa tentang jadwal yang sudah dibuatnya dan konsekwen dengan kegiatannya sesuai jadwal. Wali kelas juga dapat memberitahukan tugas siwa di grup walikelas termasuk ketika ada siswa  yang belum mengumpulkan.

 

KEGAGALAN

Berdasarkan refleksi guru/walikelas dari 33 siswa ada yang tidak mengumpulkan 2 orang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini berarti 94 % siswa melakukan dan 6 % siswa yang tidak melakukan. Hal ini dikarenakan 1 orang siswa terlambat mengumpulkan dan akan membuat dan sudah dipersilakan membuat walaupun terlambat dalam pengumpulannya dan 1 orang siswa lagi tidak ada kabar. Padahal orang tua sudah diingatkan pula di grup whatsapp walikelas  XI MIPA 1 untuk mengingatkan putra putrinya. Ternyata 1 orang siswa yang tidak ada kabar alasannya karena tidak memiliki kuota hal ini dikonfirmasi setelah siswa aktif whatsapp nya kembali dan orangtuanya tidak memiliki handphone sehingga tidak tergabung di grup walimurid.

 

SIMPULAN

Sikap kedisiplinan siswa dapat dibangun melalui tugas perwalian dengan cara siswa membuat agenda aktivitas keseharian yang dilakukan oleh siswa selama dirumah dalam masa pandemi. Aktivitas dilakukan dengan diawali guru menugaskan kepada siswa  di grup whatsapp selanjutnya berkoordinasi dengan orangtua di grup whatsapp walimurid. Selain membangun kedisiplinan siswa, agenda aktivitas juga bertujuan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan menjalin kerjasama yang baik antara guru dalam hal ini walikelas dengan orangtua.

 

DAFTAR PUSTAKA

Curvin, R. L., & Mindler, A. N. 1999. Discipline With Dignity. USA: Association For Supervision               And Curriculum Development.

Wuryandani, Wuri, Bunyamin Maftuh, Sapriya, dan Dasim Budimansyah.  Pendidikan                         Karakter Disiplin di Sekolah Dasar, Jurnal Cakrawala, journal.uny.ac.id, 2014. hh.1-10,              diakses tanggal 15 Februari 2021,